Tiga dosen Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memenuhi undangan dari Universiti Malaya sebagai invited speaker dalam seminar internasional bertajuk “Advances in Material Functionalisation” yang diselenggarakan oleh Nanotechnology and Catalysis Research Centre (NANOCAT) pada 15 Mei 2026.
Kehadiran para akademisi Kimia UNAIR dalam forum ilmiah tersebut menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan di lingkungan UNAIR mendapat perhatian dunia internasional, khususnya dalam bidang material fungsional, nanoteknologi, kesehatan, dan lingkungan. Seminar ini turut dihadiri oleh peneliti dan akademisi dari berbagai negara untuk membahas inovasi terbaru dalam pengembangan material maju yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mochamad Zakki Fahmi, S.Si., M.Si., Ph.D. mempresentasikan penelitian berjudul “Boron-Doped Carbon Dots Cancer Therapy”. Penelitian ini membahas pengembangan carbon dots terdoping boron sebagai material nano inovatif yang berpotensi digunakan untuk terapi kanker secara lebih efektif dan selektif. Topik tersebut menarik perhatian peserta seminar karena dinilai memiliki prospek besar dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis nanomaterial.
Sementara itu, Dr. Alfa Akustia Widati, S.Si., M.Si. membawakan materi bertajuk “Functional Hydrophobic Systems: Engineering Nanoscale Surface Interfaces for Structural Robustness and Smart Responsiveness”. Dalam presentasinya, Dr. Alfa menjelaskan pengembangan sistem hidrofobik fungsional melalui rekayasa antarmuka permukaan berskala nano yang mampu meningkatkan ketahanan struktur sekaligus memberikan sifat responsif terhadap lingkungan. Inovasi tersebut memiliki potensi aplikasi luas pada teknologi pelapis anti air, material tahan korosi, hingga smart coating modern.
Tak kalah menarik, Satya Candra Wibawa Sakti, M.Sc., Ph.D. memaparkan penelitian berjudul “Designing Recollectable Green Magnetic Adsorbents: Structure-Property-Performance Insights for Rapid Water Purification”. Penelitian tersebut mengangkat pengembangan adsorben magnetik ramah lingkungan yang dapat digunakan kembali untuk pemurnian air secara cepat dan efisien. Teknologi ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan global terkait penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Partisipasi tiga dosen Kimia UNAIR sebagai pembicara internasional tidak hanya memperkuat reputasi UNAIR di tingkat global, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dengan berbagai institusi luar negeri. Keikutsertaan ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi Departemen Kimia Universitas Airlangga dalam menghadirkan inovasi ilmiah yang mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan dunia, mulai dari kesehatan hingga teknologi lingkungan.