Mahasiswa Kimia UNAIR Ikuti UBD-AUN Summer Camp 2026, Perkuat Wawasan Kota Pesisir Berkelanjutan di Brunei Darussalam

Surabaya – Mahasiswa Program Studi S1 Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, Relovi Kayla Maharani (NIM 184221012), berhasil mengikuti UBD-AUN Summer Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Brunei Darussalam (UBD) Global Engagement bekerja sama dengan ASEAN University Network (AUN) pada 1–10 Juli 2026 di Brunei Darussalam. Program internasional tersebut mengusung tema “Tides of Tomorrow: Reimagining Coastal Cities”, yang berfokus pada pengembangan kota pesisir yang adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan ekosistem laut.

Program ini diikuti oleh 111 mahasiswa dari berbagai negara, meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam, Singapura, serta peserta dari Korea Selatan dan Hong Kong. Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik dan budaya yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai tantangan perubahan iklim, pembangunan kota pesisir, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Beragam kegiatan diselenggarakan selama program, mulai dari lecture sessions, Future Ocean Changemakers Youth Forum, site visits, hingga project-based learning dalam kelompok multinasional. Salah satu pengalaman yang diperoleh adalah kunjungan ke Royal Brunei Navy untuk mempelajari peran keamanan maritim dalam menjaga wilayah pesisir dan sumber daya laut. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai inisiatif Blue Economy di Brunei Darussalam, seperti TRACKS Brunei Turtle Conservation & Marine Wildlife Recovery, Carbon AKAR (Mangrove Restoration & Community Climate Action), serta Warisan Oyster (Oyster Remediation & River Restoration) sebagai contoh nyata integrasi konservasi lingkungan dengan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah kuliah bertema Tropical Biodiversity yang disampaikan oleh Dr. Ulmar Grafe dari Faculty of Science, Universiti Brunei Darussalam. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari konsep bioinspiration, yaitu pemanfaatan inspirasi dari organisme hidup untuk pengembangan inovasi dan teknologi, termasuk penerapan pada bidang material dan energi ramah lingkungan. Relovi juga aktif berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan mengenai aspek etika, konservasi, dan pendanaan penelitian berbasis bioinspiration, yang mendapat apresiasi langsung dari narasumber.

Selain mengikuti perkuliahan, Relovi bersama peserta internasional lainnya berkolaborasi dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk merancang konsep The Amphibious Blue-Green Belt, sebuah rancangan infrastruktur hibrida yang bertujuan meningkatkan ketahanan kota pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan tersebut, peserta mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kerja sama dalam tim multikultural.

Tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, Relovi juga mengikuti berbagai kegiatan budaya, termasuk mengunjungi Kampong Ayer, desa air terbesar di Brunei Darussalam, serta menyaksikan langsung bekantan (proboscis monkey) di habitat alaminya. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk bertukar budaya, memperluas jejaring internasional, sekaligus melatih kemampuan berbahasa Inggris dalam situasi nyata.

Keikutsertaan Relovi dalam program ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Airlangga melalui Airlangga Global Engagement (AGE) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), baik dalam bentuk rekomendasi akademik maupun bantuan pendanaan. Melalui pengalaman tersebut, Relovi berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Airlangga yang berani mengikuti program internasional serupa untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, serta membawa nama baik universitas di kancah dunia.